Ada 2 perusahaan yang saya tangani menggunakan Zentyal sebagai file server sekaligus sebagai domain controller. 1 perusahaan tidak pernah ada masalah sejak pertama kali di instalasi sampai sekarang, perusahaan yang kedua cukup sering mengalami masalah.
Masalah paling fatal adalah rusaknya database user, sehingga mau gak mau paket-paket terkait dengan service zentyal di instalasi ulang, dan hasilnya informasi user harus di-create ulang sebanyak kurang lebih 100 user.
Permasalahan kedua, seringnya partisi / penuh, dimana setelah saya lakukan investigasi hal ini sebabkan karena log file yang “membengkak”. Solusinya diatur ulang konfigurasi log rotate, rotasinya saya buat 1 hari sekali yang sebelumnya 1 minggu sekali. Dan beberapa saya melakukan pemantaun, solusi yang saya terapkan ternyata berhasil.
Hari ini problem yang sama terjadi, partisi / penuh, usage 100% mengakibatkan banyak service terhenti dan server seolah “lumpuh”. Saya sangat yakin ini bukan karena log file lagi, mencoba berkutat di path /var karena kemungkinan paling besar terjadinya penambahan file ada di path tersebut.
Cukup lama berputar-putar di /var dan google, eh ternyata dan ternyata /var/lib/zentyal/quarantine yang memakan habis partisi root. Dan mudah saja, hapus semua file dalam folder quarantine yang berisi file-fie bervirus hasil scanning clamav.
Dari kejadian-kejadian tersebut diatas, maka kedepan bagi saya/anda yang ingin menggunakan Zentyal sebagai solusi server Linux yang cepat dan mudah, buat partisi /home, /var terpisah sehingga ketika /var penuh tidak akan mengganggu kinerja server.

